Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Broker Forex Terbaik dan Terpercaya untuk Trader Lokal Indonesia

Klik Tombol Dibawah Untuk Mengunduh Aplikasi


Bergulat saat menentukan broker forex yang bagus dan aman memang susah-susah gampang. Bersamaan perubahan pasar forex, telah ditegaskan jumlah broker forex makin banyak. Ini automatis akan menyulitkan Anda untuk pilih broker forex yang terbaik, apa lagi paling dipercaya.



Pilih broker forex yang pas perlu taktik dan langkah trading forex yang pas juga. Bagaimana langkah pilih broker forex terbaik?

Klik Tombol Di Bawah untuk Mengunduh Aplikasi

Anda sebagai investor harus menganalisis arah investasi, jumlah dana yang akan diinvestasikan, tipe trading, periode waktu aktivitas trading, taktik yang akan dipakai, dan alasan toleransi resiko.

Broker forex yang akan menolong menyelesaikan perdagangan forex. Keuntungan yang diterima broker forex ialah lewat beda di antara bid dan ask, dari komisi atau ongkos pada service mereka.

Referensi Broker Forex Terbaik dan Paling dipercaya 2021

Beberapa hal yang dapat Anda kerjakan saat sebelum pilih Broker Forex Terbaik

1. Lakukan beberapa penelitian

Cuman membaca pembahasan broker berdasar peringkat bintang saja tidak jamin.

Pertama, Anda harus memutuskan persyaratan dan beberapa hal yang penting diinginkan dari satu broker, dan apa yang Anda harapkan dari usaha ini. Selanjutnya kerjakan penelitian Anda sendiri.

Untuk memberikan dukungan penelitian Anda, Anda dapat membuat daftar pertanyaan untuk disodorkan ke calon broker forex Anda, diantaranya:

- Currency pairs (asangan mata uang) apa yang akan Anda perdagangkan?

- Berapakah spreads yang pas untuk Anda (masih, berbeda, berapakah pips)?

- Apa Anda ingin bayar komisi untuk trading forex?

- Type account apakah yang akan Anda pakai untuk investasi minimum (ukuran account)?

- Berapakah l-everage yang Anda perlukan?

- Alat Tanda apa yang Anda perlukan untuk jalankan trading?

- Basis trading apa yang diperlukan?

- Apa Anda Scalper?

- Apa Anda pemain Hedging?

- Apa Anda perlu Trailing Setop?

- Apa Anda perlu feature eksekusi "one-click-trading" atau EA robots?

- Apa Anda ingin feature mobile trading?

- Apa Anda perduli untuk pilih broker ECN / STP / Dealing Desk?

- Apa Anda perduli mengenai rekam jejak broker forex?

- Dengan apa Anda mengirimi / terima dana transfer (wire transfer, Skrill, Neteller, Paypal, kredit card..dll)?

- Seberapa banyak yang Anda siap untuk bayar ongkos transfer terima/bayar dana (deposit, withdraw)?

- Berapa banyak persiapan Anda terima resiko kehilangan dana bila terjadi rugi?

2. Yakinkan broker forex tercatat secara legal

Anda tidak memberikan uang dalam skala besar ke orang yang cuman akui jika dianya ialah syah/tercatat secara legal.

Yakinkan Anda mengecek dan menganalisis broker forex itu pada tubuh-badan hukum berkaitan. Di Indonesia, Anda dapat mengeceknya ke Tubuh Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

3. Mempermudah serahkan dan ambil dana

Tidak ada argumen untuk broker forex untuk menyulitkan Anda dalam mengambil dana. Broker yang bagus akan mengupayakan supaya Anda dapt segampang kemungkinan lakukan serahkan atau ambil dana.

4. Analisis basis

Dalam online trading forex, basis trading jadi salah satunya aspek khusus dalam cari broker forex terbaik, karena sebagian besar rutinitas trading dikerjakan lewat basis trading yang disiapkan oleh broker forex.

Banyak hal yang penting diperhitungkan saat coba basis trading forex dari broker ialah:

- Apa sejumlah fitur yang disiapkan bisa Anda pakai dengan maksimal atau mungkin tidak?

- Apa disiapkan info rekening? Ini memungkinkannya Anda mencari dan mengurus transaksi bisnis trading secara efektif.

- Apa disiapkan charting tools (diagram harga) yang gampang dimengerti?

- Dan apa disiapkan info yang lain diperlukan dalam trading Anda?

5. Pemenuhan Order (Eksekusi Order)

Broker forex punyai keharusan penuhi order client di harga terbaik. Di saat pasar ada pada kondisi normal (normal likuiditas, tidak ada informasi penting yang ditayangkan, atau peristiwa besar), tidak ada argumen untuk broker forex tidak untuk penuhi order client pada, atau minimal dekati, harga pasar yang nampak di saat client memencet tombol ‘beli' atau ‘jual' di computer mereka.

Kecuali banyak hal yang perlu Anda lihat saat sebelum pilih broker forex terbaik, berikut panduan pilih broker forex yang asli dan paling dipercaya.

1. Membolehkan semua jenis tehnik trading, terhitung scalping, martingale, dll;

2. Membolehkan hedging atau locking;

3. Tidak membolehkan transfer dengan faksi ke 3, karena factor keamanan dan validitas money laundry (transfer harus dengan Bank Transfer langsung diperuntukkan ke perusahaan pialang yang berkaitan, TIDAK BOLEH dengan media tidak legal seperti Liberty Reserve (LR), Voucer dan titip transfer dengan perseorangan atau beda nama);

4. Leverage yang disiapkan dimulai dari 1:100. Baiknya ialah 1:200 atau max 1:400. Tidak boleh lebih seperti 1:1000 karenanya malah akan meledakkan akun trading Anda.

5. Kenali lama berdirinya perusahaan broker itu. Minimal harus di atas 5 tahun.

Dengan lakukan trading forex, Anda telah menaruhkan dana investasi yang cukup banyak. Makin besar imbal hasil, resiko juga makin besar.

Karena itu ariflah saat menentukan broker forex dan perusahaan perdagangan forex. Ingat, pilih broker forex dengan rekam jejak yang bagus, dan tidak boleh yakin dengan peringkat, awards dan semacamnya yang memperlihatkan mereka ialah broker terbaik. Terkecuali yang memberikan peringkat ialah instansi yang betul-betul dapat dipercayai seperti Forbes, Fortune, INC, Barons, Deloitte. Di luar instansi itu seharusnya tidak boleh.

Mengenali Type Broker Forex

Tahukah Anda, ada seberapa banyak broker forex di bumi ini? Menurut sebuah penelitian oleh FinanceFeeds di tahun 2016, ada 1,231 broker forex berbasiskan Metatrader di penjuru dunia. Banyaknya broker forex pasti membuat trader ketidaktahuan pilih. Broker yang mana terbaik? Yang mana baik untuk pemula? Mana juga yang paling dapat dipercayai? Pilih broker itu sesungguhnya gampang saja bila Anda sudah pahami bermacam type broker forex dan sanggup memperbandingkan service yang mereka suguhkan.

Disaksikan dari langkah kerja mekanismenya, ada dua type broker forex, yakni broker dengan Dealing Desk (DD) dan tanpa Dealing Desk (NDD). Broker DD kerap dipanggil broker bandar (Pasar Maker). Sedang, broker type NDD (bukan bandar) bisa dikelompokkan jadi dua kembali, yaitu Electronic Communication Network (ECN) dan Straight Through Processing (STP). Disamping itu, ada juga broker forex yang sediakan sarana DD dan NDD sekalian, hingga dipanggil broker Hybrid. Apa yang mengidentifikasi ketidaksamaan antar type broker forex ini? Silahkan baca penjelasannya bersama.

Broker dengan Dealing Desk (DD)

Broker DD bekerja dengan menempatkan diri sebagai counterparty dalam tiap transaksi bisnis trader dan memperoleh keuntungan dari spread. Semua order trader akan masuk di meja broker (Dealing Desk). Bisa disebutkan jika mereka "membuat pasar" sendiri, selanjutnya bertindak selaku penjual atau konsumen dalam pasar itu. Mekanisme ini sesungguhnya wajar di kelompok beberapa bank dan penyuplai likuiditas besar, hingga statusnya masih legal. Tetapi, bisa menjadi permasalahan saat broker DD tidak teregulasi oleh sebuah badan pemerintahan sah, karena mereka bisa tertarik untuk merekayasa harga supaya trader tidak untung. Broker DD tidak teregulasi yang kerap merekayasa harga ini disebutkan dengan istilah "Bucket Shop".

Broker DD yang kredibel mempunyai beberapa keunggulan tertentu. Beberapa keunikan type broker forex ini diantaranya:

Tawarkan eksekusi instant (instan execution).

Sanggup sediakan account trading dengan persyaratan modal minimum benar-benar rendah.

Sanggup sediakan account trading sama ukuran lot benar-benar rendah seperti account nano atau account sen.

Sanggup sediakan bermacam sarana di luar kewajaran seperti leverage sampai 1:1000 ataupun lebih tinggi kembali, feature spread masih (fixed spread), spread 0 (zero spread), dan bermacam promo menarik.

Broker DD menjadi opsi untuk trader, bila mereka sudah kantongi izin dari tubuh regulator yang dapat dipercaya, seperti NFA/CFTC Amerika Serikat, FCA Inggris, JFSA Jepang, dan ASIC Australia. Kenyataannya, beberapa broker paling populer di dunia adalah broker DD. Namun, trader perlu waspada broker DD yang tidak berijin atau cuman mempunyai lisensi dari tubuh regulator tidak populer.

Broker DD yang izinnya buruk (Bucket Shop) dikenali sanggup lakukan eksperimen seperti requote harga, setop loss hunting, dan server kerap macet. Broker Bucket Shop peluang absen membayar penarikan dana trader dengan bermacam argumen, dimulai dari tunda pembayaran sampai lebih dari dua minggu, menggunting keuntungan trader, dan lain-lain. Sebelumnya, trader kemungkinan ketarik mendaftarkan ke broker Bucket Shop karena iming-iming bonus menarik. Tetapi, selanjutnya pencapaian bonus itu dapat menjadi lebih rendah daripada rugi yang ditemui gara-gara kecurangan broker.

Broker tanpa Dealing Desk (NDD)

Seperti namanya, order trader yang masuk di broker NDD tidak masuk di meja broker, tetapi diteruskan ke faksi lain. Type broker forex NDD bekerja seperti mediator di antara trader dengan jaringan pasar interbank tempat berlangsungnya jual beli forex. Broker NDD umumnya tidak menempatkan status menantang trader, hingga keuntungan mereka intinya mengambil sumber dari mark-up spread dan komisi trading saja.

Broker NDD dapat dikelompokkan kembali jadi dua berdasar triknya mengoper order trader ke faksi lain:

Broker STP: Broker STP mengoper order trader ke sebuah "liquidity pool" yang terbagi dalam banyak instansi keuangan penyuplai likuiditas (seperti beberapa bank internasional, Hedge Funds, Prime Brokers, dan lain-lain). Order trader akan dilakukan berdasar status harga terbaik yang ada dalam "liquidity pool" itu.

Broker ECN: Broker ECN mengoper order trader ke jaringan beberapa bank internasional dan penyuplai likuiditas (liquidity provider) yang lain sudah dibuatnya, hingga order trader nanti akan digerakkan sesuai harga terbaik yang ada di pasar itu.

Sekilas, ke-2 nya serupa. Tetapi, broker ECN lebih terbuka dibanding broker STP, karena semua trader ECN dapat saksikan secara langsung status buy dan sell pemain pasar lainnya (disebutkan Depth of Pasar/DoM). Sedang broker STP tidak dapat sediakan penampilan DoM, hingga cukup banyak juga broker Bucket Shop berlagak STP.

Bagaimana dengan tipe account, leverage, dan spread? Broker STP serupa dengan broker DD, karena sama dapat memberi leverage tinggi, tipe account yang lebih variasi, serta sarana bebas komisi (free commission). Bagus tidaknya broker STP akan bergantung pada seberapa banyak penyuplai likuiditas yang bergabung dalam "liquidity pool"-nya. Bila cuman ada satu penyuplai likuiditas saja, karena itu nyaris tidak ada perbedaannya broker STP ini dengan Pasar Maker.

Broker ECN biasanya mempunyai ketentuan lebih ketat, karena tersambung dengan semakin banyak penyuplai likuiditas. Leverage di broker ECN umumnya cuman capai optimal 1:200, dengan persyaratan modal awalnya minimum USD200-500, dan beban komisi lumayan tinggi. Keuntungannya, trader ECN bisa melihat DoM dan nikmati spread ketat sekali (sampai 0 pip atau bahkan juga spread negatif).

Broker Hybrid

Sebagian besar broker forex sekarang ini terhitung type Hybrid. Apakah arti? Maknanya, mereka mengaplikasikan semua mekanisme kerja, baik DD atau NDD (STP/ECN). Ini dapat dilaksanakan karena satu broker tawarkan banyak tipe account trading ke trader. Tiap tipe account dapat mengaplikasikan mekanisme berlainan. Maka trader lah yang perlu berlaku lebih cermat saat buka account di satu broker.

Misalkan ada satu broker Hybrid tawarkan tiga tipe account, yakni account sen, account standard, dan account ECN. Pada kondisi ini, bisa diterka jika account sen mengaplikasikan mekanisme DD (Instan Execution), sedang account standard dan account ECN bersistem NDD (Pasar Execution). Selanjutnya, account standard dapat mengaplikasikan mekanisme STP, sedang account ECN bersistem ECN.

Umumnya broker forex saat ini sudah berlaku terbuka berkenaan mekanisme kerja apa yang dipakainya dan penyuplai likuiditas mana saja yang tersambung dengannya. Jika beritanya belum ada di web sah broker, karena itu trader dapat bertanya langsung ke Konsumen Servis (service konsumen setia) berkenaan apa broker terhitung DD atau NDD, apa satu account trading dikerjakan dengan instan execution atau pasar execution, dan sebagainya.

Lepas dari mekanisme kerja apa yang diaplikasikan oleh broker, satu perihal yang harus jadi perhatian oleh trader ialah status perizinan broker forex. Broker yang perijinannya buruk bisa mengakui dianya STP atau ECN, walau sebenarnya kenyataannya Bucket Shop. Kebalikannya, type broker forex apa saja yang perijinannya komplet dan kredibilitasnya bagus, karena itu semakin dapat dipercayai. Fokuskanlah untuk pilih broker forex yang regulatornya berawal dari satu negara populer di dunia, tidak dari teritori antah berantah yang bahkan juga Anda tidak tahu posisinya.

Mengapa Harus Trading Di Broker Forex yang Teregulasi ?

Sudah pernahkah Anda dengar promo forex yang memiliki prospek keuntungan mengagumkan, sampai 20%, 30%, atau bahkan juga 100% dalam sekejap? Registrasi gampang, keuntungan raksasa, siapakah yang tidak ingin!? Tetapi, bila Anda melihat lebih cermat, karena itu pasti mendapati jika promosi-promosi seperti itu dibikin oleh broker forex yang tidak teregulasi. Mereka gampang memberikan janji-janji manis, karena tidak terlilit secara hukum untuk memenuhinya. Andaikan mereka bawa lari uang Anda sekalinya, tidak akan ada resiko hukum untuk mereka.

Broker forex yang teregulasi tidak dapat tawarkan iming-iming menarik semacam itu, karena ada tubuh khusus yang memantau operasinya. Bonus yang dijajakan oleh broker forex teregulasi jarang-jarang sekali berbentuk uang kontan, tetapi seringkali memiliki sifat non-material, seperti pelatihan atau edukasi gratis, sewa VPS gratis, dan signal trading gratis. Broker forex yang teregulasi bahkan juga tidak dibolehkan untuk memiliki prospek keuntungan berlipatganda, karena ada selalu resiko dibalik tiap rutinitas investasi dan trading.

Meskipun begitu, Sebaiknya anda masih pilih broker forex yang teregulasi. Mengapa begitu? Tidak ada bonus uang, tidak ada agunan untung, apa baiknya broker semacam itu? Harus dipahami, broker forex yang teregulasi mempunyai validitas usaha. Kemanan dana Anda makin lebih terjaga, dan Anda pun memperoleh pelindungan andaikan ada pelaku broker yang lakukan tindak nista. Untuk pahami argumen secara lengkap, simak tiga (3) argumen mengapa harus trading di broker forex yang teregulasi berikut:

Validitas Broker Terjaga Secara Hukum

Silahkan misalkan Anda ingin simpan uang di bank, karena itu Anda tentu akan tiba ke cari tahu rekam jejak bank, tiba ke kantor bank itu, selanjutnya baru buka rekening tabungan di situ. Sebuah bank yang dapat dipercaya tentu mempunyai rekam jejak yang bagus dan alamat kantor yang pasti. Hal sama berlaku saat Anda akan mendaftarkan ke satu broker forex, meskipun Anda akan mendaftarkan lewat cara online dan tidak tiba langsung ke kantornya.

Sebuah broker forex disebutkan sudah teregulasi kalau sudah mempunyai izin sah, hingga upayanya tentu legal dan alamatnya terang. Regulator akan selalu mengawasi rutinitas broker itu. Jika broker forex itu bertindak nista atau mempunyai rekam jejak tidak lezat, regulator pasti lakukan interograsi, selanjutnya kenakan ancaman atau denda. Hukuman paling berat dapat sampai mengambil izin broker dan menggeretnya ke pengadilan.

Broker forex yang teregulasi harus juga sediakan jalur penuntasan perselisihan yang pasti untuk trader. Misal Anda menjumpai ada permasalahan dengan Akun Manajer atau basis trading, karena itu intern perusahaan harus bisa menyelesaikannya secara cepat. Saat Anda berasa tidak senang, karena itu bisa ajukan permintaan penuntasan perselisihan ke regulator supaya dimediasi atau dilaksanakan interograsi.

Agunan hukum semacam itu tidak akan dicicipi oleh trader di broker yang tidak teregulasi. Jangankan mempunyai izin sah, alamat kantor broker yang tidak teregulasi saja biasanya berada di negara antah-berantah atau sebatas PO BOX yang tidak terang miliknya. Sekalinya mereka memberikan satu alamat tertentu di negara terkenal, alamat itu bisa menjadi palsu dan kantornya tidak betul-betul ada di posisi itu. Saat terjadi permasalahan, polisi tidak dapat menolong Anda, karena beberapa penipu berlagak broker itu telah larikan diri dan tidak ada tapak jejak yang dapat dilacak.

Keamanan Dana Trader

Saat simpan dana di bank atau melakukan investasi melalui broker, satu perihal yang penting Anda kerjakan ialah jamin supaya dana Anda tidak disalahgunakan oleh bank atau broker. Bagaimana triknya? Cuman ada satu langkah saja, yakni dengan pastikan Anda cuman mendaftarkan ke broker forex yang teregulasi secara sah.

Regulator forex di penjuru dunia mana saja tentu mewajibkan broker untuk simpan dana trader dalam rekening terpisah dari rekening perusahaan broker. Ini dikenali dengan istilah "Segregated Akun". Dana trader yang disetor ke Segregated Akun akan tersimpan di bawah pemantauan bank kustodian, hingga broker forex tidak dapat bawa lari dana trader semaunya.

Agunan keamanan dana semacam ini tidak dapat disiapkan oleh broker forex yang tidak teregulasi. Walau andaikan broker itu mengakui jika semua dana trader tersimpan di Segregated Akun, tidak ada yang dapat jamin kebenarannya, karena sebatas pengakuan sepihak tanpa bukti atau verifikasi faksi lain sama sekalipun.

Operasional Broker Dipantau oleh Regulator

Sesudah menyerahkan modal trading ke broker forex, Anda mulai akan lakukan riset dan rutinitas jual-beli lewat basis trading yang diberi oleh broker. Broker forex yang tidak teregulasi bisa mengutak-atik basis itu untuk menahan Anda menang, atau bahkan juga memanipulasi argumen untuk menggunting keuntungan Anda. Tetapi, broker forex teregulasi akan memperoleh ancaman dari regulator, bila mereka berani lakukan manuver semacam itu.

Regulator tuntut broker forex untuk bikin laporan secara teratur, atau lakukan peninjauan tiba-tiba atas rutinitas operasional mereka. Dengan begitu, keganjilan dalam operasional mereka bisa diinterograsi walau tidak ada tuntutan dari trader. Banyak contoh kasus semacam ini. Diantaranya, ada broker teregulasi AS yang kedapatan tidak bayar swap ke trader-nya, hingga dikenakan ancaman oleh CFTC (regulator forex di AS) dan diperintah untuk membayar swap terhutang ke trader. Saat sebelum timbulnya kasus itu, tidak ada seorangpun trader-nya yang berasa diakali, karena intrik-intrik berjalan dibalik monitor.

Di bawah pemantauan regulator, broker forex tidak dibolehkan untuk bikin promo menyimpang. Beberapa regulator bahkan juga mewajibkan broker untuk menempatkan peringatan resiko (disclaimer) dalam rutinitas marketingnya. Kenapa broker harus memberitahu disclaimer dan jangan membuat promo menyimpang? Rutinitas investasi dan trading forex adalah aktivitas beresiko tinggi di mana Anda dapat mendapatkan keuntungan besar atau memikul rugi besar. Elemen ketidakjelasan ini perlu dimengerti oleh trader supaya tidak terjerat oleh iming-iming menyimpang.

Nah, sesudah ketahui ke-3 argumen untuk trading di broker forex yang teregulasi ini, apa Anda masih ketarik pada promosi broker abal-abal!? Di dunia investasi, tiap orang memikul resikonya sendiri. Boleh-boleh saja bila Anda masih bersikukuh ingin mendaftarkan ke broker yang tidak teregulasi. Tetapi, cuman broker forex yang teregulasi saja yang dapat sediakan agunan hukum, agunan keamanan, dan kelancaran trading.