6 Cara Daftar Main Saham di Bursa Efek Indonesia Secara Online - HNEWS24

6 Cara Daftar Main Saham di Bursa Efek Indonesia Secara Online

Jual-beli saham di Bursa Dampak Indonesia (BEI) sekarang semakin lebih gampang. Bahkan juga untuk pemula yang mempunyai saham minimum juga dapat melakukan sejauh ketahui langkah daftar main saham itu. Lantas, bagaimana beberapa langkah mengawali terjun di trading saham lewat cara online di BEI?

6 Cara Daftar Main Saham di Bursa Efek Indonesia Secara Online

Langkah Daftar Main Saham Online di BEI

Untuk dapat bermain saham atau melakukan investasi saham di bursa saham Anda harus buka rekening saham lebih dulu. Pembukaan rekening saham ini triknya serupa dengan pembukaan rekening tabungan.

Namun, jika buka rekening tabungan Anda harus ke bank, sedang pembukaan rekening saham dilaksanakan di perusahaan sekuritas atau kerap disebutkan sebagai broker saham.

Beberapa langkah yang dapat Anda kerjakan untuk mendaftarkan main saham online yaitu:

1 Cari info perusahaan sekuritas

Langkah daftar main saham dengan diawali cari info perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas yang berada di Indonesia sesungguhnya lumayan banyak. Perusahaan itu beberapa ada yang dipunyai oleh pemerintahan, ada juga yang dipunyai oleh asing atau swata.

Contoh perusahaan sekuritas yang dipunyai oleh pemerintahan (BUMN) seperti Berdikari Sekuritas (CC), BNI Sekuritas (NI), Bahana Sekuritas (DX) dan Danareksa Sekuritas (OD).

2 Buka rekening saham

tahap selanjutnya yaitu membuat rekening saham di salah satunya perusahaan sekuritas. Bermain saham sekarang dapat dilaksanakan bermodalkan yang tidak begitu besar. Beberapa perusahaan sekuritas atau pialang tawarkan pembukaan rekening untuk investasi saham Indonesia bermodalkan minimum Rp. 5 juta-an saja.

Untuk lebih detilnya, Anda dapat cari info tentang mode minimum yang diputuskan oleh perusahaan pialang lebih dulu. Selanjutnya siapkan document yang diperlukan untuk buka rekening saham.

Document itu seperti copy kartu identitas, data alamat rumah, data usaha atau pekerjaan, copy buku rekening tabungan, NPWP (jika ada), materai Rp. 6.000 minimum 2 biji dan data pewaris.

3 Deposit dana

Langkah daftar main saham diteruskan dengan deposit dana untuk transaksi bisnis jual-beli saham. Umumnya sesudah rekening saham maka Anda akan terima e-mail sebagai verifikasi pembukaan rekening saham dalam waktu 1-2 minggu. Dalam e-mail itu Anda dapat mendapati info username, PIN, sandi dan nomor Rekening Dana Investor (RDI).

Supaya bisa lakukan transaksi bisnis jual-beli saham, Anda harus menyerahkan beberapa dana berharga minimum seperti ketetapan perusahaan sekuritas. Rekening Dana Investor serupa dengan rekening bank namun tidak mempunyai buku tabungan atau kartu ATM.

Modal Minimum Untuk Trading Saham

PERATURAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Jumlah minimum pembelian saham dari satu emiten (perusahaan yang jual sahamnya ke khalayak) ialah sekitar 1 lot = 100 helai. Sesaat harga minimum saham yang diperdagankan di BEI ialah Rp 50,- per helai, jadi cukup hanya modal sebesar lima ribu rupiah saja kita bisa mulai melakukan investasi saham, bila anda beli beberapa saham yang harga 50 rupiah.

SYARAT UNTUK MEMBUKA ACCOUNT

Untuk mulai beli saham tiap investor harus buka akun dalam suatu sekuritas atau kerap disebutkan broker, sebagai instansi sah yang dipilih jadi mediator di antara satu investor dengan investor lain dalam berbisnis di Pasar Modal Indonesia. Tiap sekuritas/broker mempunyai ketetapan setiap akan modal minimum yang perlu dideposit saat buka akun, sekarang ini di sejumlah sekuritas dana awalnya yang perlu kita serahkan cuman sejumlah Rp 100.000,-.

Modal yang kita serahkan saat buka akun tidak harus dibelanjakan semuanya, sesaat sesudah proses pembukaan akun usai, kita bisa mentransfer kembali beberapa dari modal yang kita serahkan, dan tersisa beberapa yang ingin kita investasikan saja.

MODAL MINIMAL

Bila untuk buka akun modal yang diperlukan cuman sejumlah Rp 100.000,- , karena itu untuk berivenstasi saham, modal yang diperlukan bahkan juga lebih kecil kembali. Seperti diulas di atas jumlah pembelian minimum ialah 100 helai, dan harga minimum ialah Rp 50,- per helai.

Investasi Minimum: Rp 50 x 100 = Rp 5.000,-

Anda tidak salah membaca modal minimum untuk melakukan investasi di pasar modal hanyalan Rp 5.000,-. Ada lumayan banyak saham yang harga 50 rupiah per helai, tetapi kita harus berhati-hati dengan saham semacam itu karena saham yang harga 50 umumnya saham dari perusahaan yang lagi ada dalam periode kritis karenanya harga sahamnya turun ke tingkat paling rendah di 50.

MODAL IDEAL

Modal Bagus sesungguhnya berlainan untuk tiap investor, benar-benar bergantung dengan kekuatan keuangan setiap investor. Tetapi pada prinsipnya modal yang bagus harus penuhi 3 persyaratan diantaranya :

1. CUKUP UNTUK MEMBELI SAHAM DARI EMITEN YANG MEMILIKI FUNDAMENTAL BAIK DAN DIKENAL PUBLIK

Modal yang begitu kecil kerap kali membuat investor mau tak mau beli beberapa saham pada perusahaan yang tidak dikenali khalayak yang beberapa mutunya ditanyakan. Ini benar-benar beresiko khususnya untuk investor pemula. Untuk investor atau trader pemula benar-benar dianjurkan untuk beli beberapa saham blue chip dan yang dikenali khalayak mempunyai esensial yang bagus.

2. MEMUNGKINKAN INVESTOR UNTUK MELAKUKAN DIVERSIVIKASI PORTFOLIO

Portfolio Investasi Saham seorang investor pemula seharusnya terdiri lebih dari 1 saham, dan sedapat mungkin dari bidang yang lain. Minimum seorang investor mempunyai 5 saham dari 2-3 bidang yang lain.

Contoh Portfolio Investasi yang terbagi dalam 5 saham :

1. Bank BCA (Bidang Perbankan)

2. Bank BTN ( Bidang Perbankan)

3. Indofood ( Consumer Goods)

4. Bermacam Tambang ( Pertambangan)

5. Bumi Serpong Nyaman ( Properti)

3. MEMUNGKINKAN INVESTOR UNTUK MELAKUKAN AVERAGE DOWN ATAU AVERAGE UP

Average Down atau Average Up ialah taktik dalam investasi atau trading di mana kita lakukan pembelian tambahan di satu saham saat harga alami pengurangan atau peningkatan. Taktik ini umum untuk dilaksanakan dalam aktivitas trading setiap hari.

Sebagai contoh kita beli harga saham TLKM pada harga 2500 sekitar 2 lot, lalu harga turun ke harga 2300 lalu kita kembali beli saham TLKM sekitar 2 lot kembali. Ini membuat harga modal kita jadi dengan harga 2400, hingga saat harga balik ke 2500 kita telah memperoleh keuntungan, karena itu kita memerlukan dana yang cukup buat beli tiap saham sekitar lebih dari 1 lot.

DANA MINIMAL YANG IDEAL UNTUK MEMULAI TRADING SAHAM

Saham dengan Esensial Baik : Biasanya beberapa saham blue chip dan yang berfundamental baik ada di range harga 1.500 - 20.000, dengan rerata di range 7.000 per helai saham.

Diversivikasi Portfollio : 5 emiten

Minimum lot pembelian per saham : 2 lot

TOTAL : 2 X 100 X 5 X 7.000 = Rp 7.000.000,-

Jadi ringkasannya untuk coba melakukan investasi di pasar modal, dana bagus minimum yang diperlukan ialah Rp 7.000.000,- atau bila dibulatkan jadi Rp 10.000.000,- akan jadi lebih baik. Jumlah ini ialah jumlah yang cukup buat belajar secara baik dan mengaplikasikan bermacam taktik investasi yang kita dalami.

Musikus yang Serius Trading Saham

"Semenjak tergabung dengan group band Padi tahun 1998, saya sudah memutus jika musik ialah usaha saya. Tetapi saya cenderung pilih jadi seorang investor," itu yang disebutkan Piyu dalam presentasinya di acara Investor Summit, 28 November 2012. Lantas bagaimana perjalanan Piyu sampai jadi trader seperti saat ini?

Kecuali masih aktif sebagai musikus dan jalankan bermacam usahanya di bagian musik dengan jadi produser group musik (merk) dan melangsungkan project penelusuran bakat tiap tahun, pria namanya asli Satrio Yudi Wahono atau yang lebih dikenali sebagai Piyu Padi ini sekarang memang aktif melakukan investasi saham. Dia bahkan juga condong jadi seorang trader daripada simpan saham yang dibelinya untuk waktu yang lama. Tidaklah aneh, musikus yang dikenali sebagai motor group band Padi ini diundang oleh Bursa Dampak Indonesia sebagai salah satunya pembicara di Investor Summit itu.

Sesungguhnya, investasi pertama Piyu bukan di instrumen keuangan, emas atau property, tetapi pada gitar pertama yang dibelinya dengan harga Rp 2,35 juta hasil dari bekerja sebagai crew ada di belakang pentas yang menolong beberapa awak band saat pertunjukan pada tahun 1997. "Sesungguhnya harga tidak begitu. Harga sejumlah Rp 5 juta. Tapi karena saya menawar dengan gigih dan menjelaskan ke sang penjual gitar ini, ‘Pak, jika Bapak kasih saya beli gitar ini Bapak tentu senang dech. Karena saya akan masuk TV dengan gitar ini'," tutur pria kelahiran Surabaya 15 Juli 1973 ini sekalian ketawa.

Gitar itu bisa dibuktikan memang mempunyai nilai investasi untuk Piyu, karena saat ini harga capai Rp 25 juta. Koleksi gitar bungsu dari 5 bersaudara ini saat ini sudah capai 50 buah. Pada intinya koleksi gitar itu tidak ditujukan untuk dipasarkan kembali.

Sesudah masuk dapur rekaman tahun 1998, Padi juga meraih sukses. Mereka kerap show ke bermacam tempat dan pada tahun 1999 mereka mulai mendapatkan bayaran hasil dari kerjanya. Piyu juga memilih untuk beli tanah di Villa Cinere Mas dengan uang hasil kerjanya itu. Property itu yang nantinya dia bangun jadi sebuah studio dan hasilkan uang kembali untuknya. Tahun 2000, studio itu juga sudah balik modal karena kerap dipakai. Satu kali lagi, Piyu sudah memutuskan yang pas dalam belanjakan uang hasil jerih payahnya.

Dia mengaku, waktu itu, sebagai anak muda dengan umur masih 20-an tahun yang mendapatkan banyak sekali royalti dari show dan album, bujukan itu besar sekali. "Jika saya tidak kuat bujukan untuk tampil eksklusif dan hidup konsumtif, semuanya dapat percuma," ungkapkan alumnus Fakultas Ekonomi Kampus Airlangga ini. Oleh karena itu Piyu usaha belanjakan uangnya dengan arif.

Tahun 2005 Piyu mulai beli reksa dana. Disana dia belajar jika reksa dana cuman sanggup hasilkan 10%-15% /tahun. "Hanya itu telah bagus sekali," dia menambah. Karena itu, dia mulai memikir untuk mempunyai usaha yang dapat membuat mendapatkan uang tanpa lakukan apa-apa. Piyu mulai membuat bank lagu, seperti area untuk menyimpan data di mana dia simpan beberapa lagu yang dia buat, terhitung lagu yang belum di-launching. "Maka bila ada yang minta saya untuk dibuatkan lagu, misalkan untuk sinetron musikal dan lain-lain, saya tinggal buka data atau bank lagu itu dan pilih yang tepat. Selanjutnya itu hasilkan untuk saya," dia menerangkan.

Selanjutnya pada tahun 2007 dia coba beli reksa dana asing. Tidak main-main, US$ 80 ribu dia gelontorkan untuk melakukan investasi di reksa dana ini. Tetapi bukanlah untung, kritis ekonomi yang menghajar bidang keuangan global pada tahun 2008 malah menggerus investasi Piyu di reksa dana itu sampai 70%. 3 tahun dia menanti sebelumnya terakhir memilih untuk me-redeem semua dananya pada reksa dana itu. "Ya sesudah 3 tahun itu masih rugi, tetapi telah tidaklah sampai 70% seperti pada 2008, telah lebih baik," dia berbicara.

Tetapi, pengalaman itu jadi turning poin untuk Piyu. Kemudian, dia cuman mempunyai asset berbentuk property yang termasuk tidak likuid. Waktu itu pulalah seorang temannya merekomendasikan untuk coba investasi di saham. Kebenaran rekan Piyu itu bekerja di perusahaan Group Bakrie. Dia juga menunjukkan kisah saham PT Bumi Sumber Tbk. (BUMI) yang sudah turun dari harga Rp 8.000-an ke Rp 475. Waktu itu Piyu barusan mendapatkan royalti sebesar Rp 475 juta dari memproduseri Titi Kamal. Dia mengaku, waktu itu dia masih coba-coba karena belum pahami masalah investasi saham. Pada akhirnya dia beli saham BUMI pada harga Rp 775. Dan dia menjualnya sesudah harga BUMI capai Rp 2.525. Piyu juga menyuap untung sampai 300% dari saham BUMI.

Semenjak itu dia mulai lakukan trading saham. "Semenjak tahun 2008 banyak pelajaran yang saya terima, tidak cuma loss, tetapi juga masalah bagaimana saya bisa mendapatkan keuntungan. Saya anggap saham ini betul-betul investasi yang baik," katanya kembali. Mendekati 2010, dia mulai rajin mengikut bermacam seminar mengenai trading di pasar modal.

Pada akhirnya, di 2012 dia berasa sudah mendapati style trading-nya sendiri sesudah mengikut seminar Asia Chart yang baru saja ini diselenggarakan. Seminar itu mengusung topik mengenai langkah trading dengan mengikut trend pasar. "Jadi saya ini mainnya jadi swing trader, following the tren," Piyu menerangkan. Dari seminar itu, dia jadi mempunyai referensi taktik untuk tentukan waktu masuk di pasar yang pas dengan menyaksikan historikal gerakan harga satu saham. Dia memakai tanda moving average dan volume oskilator.

Menurut Piyu, dia selalu beli satu saham di saat break out, yang bermakna harga saham itu sudah melebihi titik resistennya dengan volume perdagangan yang lumayan besar, hingga mempunyai potensi kuat. Seterusnya, dia memutuskan sasaran keuntungan taking, misalkan 10, 20, 30 atau 40 point di atas harga membeli, dan dia juga memutuskan sasaran setop loss, misalkan 50 point di bawah harga membeli. Bila harga saham itu sudah naik beberapa point dia sering lakukan keuntungan taking beberapa. "Misalkan dari harga membeli Rp 600, jika sudah capai Rp 650 saya kerjakan partial keuntungan taking, besarnya 50% saja dari jumlahnya saham yang saya punyai. Jika naik kembali sampai Rp 700 ya rejeki, saya dapat kontan out, atau dapat tahan. Saya turunkan sasaran setop loss-nya, hingga jika turun kembali sampai Rp 650, saya dapat terlepas, toh masih keuntungan. Tetapi jika dari Rp 600 itu turun langsung, di Rp 550 saja saya telah cut loss," papar gitaris band Padi ini.

Piyu memandang, dianya termasuk agresif. "Saham blue chip, saham gorengan semua saya sikat. Memang beberapa orang ada yang ngomong tidak boleh main saham gorengan. Saya berpikir sama saham gorengan kok takut. Untuk saya sich, asal siap meminimalisir resikonya saja," dia menambah. Piyu nyaris tak pernah simpan satu saham semakin lama dari satu bulan. Dalam satu hari dia bahkan juga bisa seringkali masuk keluar pasar. "Sesudah berlibur ini saya memanglah belum masuk pasar kembali karena saya saksikan pasar cukup jemu dan banyak orang yang keuntungan taking. Tetapi saat sebelum berlibur itu saya bahkan juga pernah trading saham SUGI (PT Sugih Energy Tbk.) sampai 3x dalam satu hari. Lelah rasanya," katanya sekalian ketawa.

Dia memang tidak selamanya raih keuntungan dalam trading, tapi dia usaha disiplin agar bisa mendapatkan penumpukan keuntungan tiap bulannya karena pada intinya dia lakukan trading saham untuk mendapatkan aliran kas. Sebagai contoh, beberapa bulan kemarin dia pernah beli saham MYRX (PT Hanson International Tbk.) yang sudah tembus tingkat resisten Rp 300-305, yaitu pada harga Rp 295. "Sesudah ia tembus Rp 300, saya berpikir Rp 295 itu harga bagus. Rupanya ia terus turun ke Rp 265, saya masih average lagi. Tetapi saya nantikan bahkan 3 bulan, pada akhirnya saya cut di Rp 275, sesungguhnya itu harga modal saya bila dirata-ratakan, ya saya tidak rugi. Tetapi rupanya harga justru kembali naik bahkan ke Rp 310," ungkapkan Piyu.

Keuntungan trading saham itu dia pakai untuk membayar kehidupan setiap hari dan beberapa kembali ditabung, misalkan untuk berlibur dengan keluarga. "Karenanya minimal tiap bulan, harus ada point yang dapat saya peroleh. Pokoknya saya cari aliran kas dalam usaha saham, tetapi dengan resiko minimum," dia menandaskan.

Dia mengaku, dahulu dia sempat benar-benar bernafsu agar bisa mendapatkan keuntungan berlipat dari trading saham. Dia bahkan juga berani masuk dalam jumlah lot yang besar sekali di saham blue chip. Tetapi pada akhirnya Piyu mengetahui, sebagai trader dia bukan yang mengendalikan gerak pasar. Karena itu, sekarang dia cenderung pilih berbisnis dengan mengikut trend pasar serta lebih disiplin. "Masalah berapakah lot itu pasti bergantung kekuatan dan bergantung harga sahamnya ," sambungnya. Tetapi, umumnya Piyu mengupayakan agar bisa beli lebih dari 2 ribu lot supaya bila harga saham itu naik satu point saja, dia dapat mendapatkan keuntungan cukup berarti. Ditambah pada saham yang harga masih di tingkat beberapa ratus rupiah.

Pendeknya, Piyu selalu menimbang masak-memasak saat sebelum beli saham apa saja. Bila, menurut dia, chart saham itu telah sangatlah baik dan kemungkinan kecil untuk meleset, dia berani beli dengan jumlah banyak sekalinya saham itu termasuk saham gorengan. Adapun pada saham blue chip, Piyu akan beli bila dirasanya betul-betul bakal ada volume peningkatan yang lumayan banyak di harga saham itu. Tetapi, dia mengutamakan untuk beberapa investor yang baru mengawali, supaya janganlah lekas beli dalam skala besar, apa lagi bila memang tidak berani dan terlatih.

Sesungguhnya tidak cuman saham, dia juga pernah coba trading di forex atau valuta asing. Pengalaman rugi besar juga dirasakannya. Tidak main-main US$ 25 ribu gagal di pasar forex tahun 2009. Sekarang, minimal dia bisa kantongi keuntungan rerata 30% /bulan dari pasar saham.

Sekarang, portofolio Piyu cuman berada di saham dan property. Menurut dia, dari keseluruhan asset yang dia punyai: seputar 30%-nya ada di property yang terbagi dalam studio, rumah dan apartemen; 60% di saham yang dia trading-kan; dan 10% bekasnya pada dana genting, terhitung tabungan dan emas. Disamping itu, dia mempunyai asuransi kesehatan dan asuransi plus investasi atau yang dikenali sebagai unit link.

Dari asset propertinya, minimal dia bisa mendapatkan kenaikan nilai asset 10% /tahun. Dan angka itu di luar pendapatan sewa yang dia dapatkan tiap bulannya. Apartemen kepunyaannya bahkan juga dia jaminkan ke bank untuk mendapatkan credit modal kerja untuk usaha clothing-nya. Dia sekarang memang tengah menyiapkan pembukaan toko clothing-nya di Thamrin City.

Di depan, Piyu bukan hanya ingin melanjutkan trading saham, tetapi dia betul-betul ingin jadi investor di bursa saham. "Saya anggap baiknya saya ini membagikan 40% portofolio saya di saham untuk yang long-term, dan 60% yang saya trading-kan. Agresif memang," katanya mengaku. Menurut dia, investor kelas dunia seperti Warren Buffett dan Jesse Livermore benar-benar memberikan inspirasi dianya dalam melakukan investasi. "Jika di Indonesia, yang paling memberikan inspirasi saya ya Bapak Lo Kheng Hong itu," bebernya.

Lisa Soemarto memandang positif cara Piyu yang sudah aktif dan sadar melakukan investasi di luar kegiatannya sebagai musikus. Apa lagi dia sudah mempunyai perlindungan yang berbentuk asuransi. Tetapi, perencana keuangan dari Aidil Besar ini mengingati supaya Piyu perlu sediakan dana periode pendek untuk waktu 1-2 tahun, seperti dana sekolah anak. "Hal tersebut bisa didistribusikan di reksa dana kombinasi atau penghasilan rutin," katanya memberikan contoh. Disamping itu, menurut Lisa, baiknya dana genting yang perlu dipunyai Piyu sebagai kepala keluarga dengan istri dan tiga anak ialah 9 kali pengeluarannya /bulan.

Langkah Piyu Lakukan Trading Saham

=Menggunakan tanda moving average dan volume oskilator.

= Masuk pasar di saat break out (harga saham sudah tembus tingkat resisten).

= Lakukan averaging (pembelian setahap) bila harga saham yang dicari turun.

= Tentukan sasaran keuntungan taking.

= Memutuskan setop loss tempat.

= Lakukan partial keuntungan taking saat harga saham sudah naik beberapa point.

= Disiplin lakukan cut loss bila harga saham sudah capai sasaran setop loss.

= Tidak beli dengan jumlah yang begitu besar karena hanya ingin langsung mendapatkan keuntungan yang besar.

Formasi portofolio asset:

Tabungan dan emas: 10%

Property: 30%

Saham: 60%

Return:

Property: 10% /tahun

(kenaikan asset di luar pendapatan sewa)

Saham: rerata keuntungan 30% /bulan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel